alat- alat pengukur faktor hara dan praktek penggunaannya

Pelatihan alat- alat pengukur faktor hara dan praktek penggunaannya dicoba 19- 21 Maret 2013 di Tubuh Ketahanan Pangan serta Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bangka Tengah diiringi oleh 100 Penyuluh Pertanian, Perikanan, serta Perkebunan se Kabupaten Bangka Tengah.

2 narasumber dari BBSDLP serta Balittanah( Dokter. Edi Husen, Kabid KS PHP BBSDLP) serta Periset Kelti Kimia serta Kesuburan Tanah Balittanah jual NPK tester ( Dokter. Ladiyani Retno) melaksanakan pelatihan sepanjang 3 hari buat penyuluh se kabupaten Bangka Tengah, Propinsi Bangka Belitung. Kabupatan Bangka Tengah ialah kabupaten baru( 2004) dimana penyuluh didominasi oleh tenaga muda yang masih butuh banyak menimba ilmu.

Modul yang di informasikan adalah

( 1) Pengenalan teknologi yang dihasilkan Balai Besar Litbang Sumber Energi Lahan Pertanian;

( 2) Pemupukan Berimbang;

( 3) Praktek pengambilan contoh tanah buat analisa di laboratorium serta analisa kilat;

( 4) Praktek pengukuran kecukupan hara N dengan BWD;

( 5) Pemakaian PUTS+ praktek;

( 6) Pengenalan Pemakaian PUTK;

( 7) Pengenalan Pemakaian PUP;

( 8) Pengenalan Pemakaian PUHS;

( 9) Praktek pemakaian Fitur Uji merk Palintest kepunyaan Tubuh Ketahanan Pangan yang bisa mengukur bermacam kandungan hara tanah

Para partisipan sangat bersemangat dengan pelatihan ini dimana mereka merasa terbuka wawasannya, sebagian besar penyuluh masih berumur muda jual alat penguji murah yang masih membutuhkan bonus data buat bekal melaksanakan penyuluhan.

Kabupatan Bangka Tengah terdiri dari 6 kecamatan yang didominasi oleh budidaya perkebunan( kelapa sawit serta lada), setelah itu diiringi perikanan, serta terakhir merupakan budidaya padi. Kabupaten Bangka Tengah mempunyai sawah cuma seluas 58 ha( kecamatan Namang) dengan jumlah penduduk 180. 000 orang, hingga penciptaan padi tersebut cuma sanggup penuhi kebutuhan 1 minggu saja. Kabupaten ini sangat bergantung kepada suplai beras dari Jakarta serta Sumatera Selatan.

Leave a Comment